Sabtu, 01 Oktober 2011

Hukum OHM

                                                               I. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
           Pada dasarnya sebuah rangkaian listrik terjadi ketika sebuah penghantar mampu dialiri electron bebas secara terus menerus. Aliran yang terus-menerus ini yang disebut dengan arus, dan sering juga disebut dengan aliran, sama halnya dengan air yang mengalir pada sebuah pipa. Hukum OHM sangat sederhana dan sangat berguna untuk menganalisa suatu rangkaian listrik (Taghyr,2008).
           Hukum OHM menyatakan bahwa besar arus yang mengalir pada suatu konduktor pada suhu tetap sebanding dengan beda potensial antara kedua ujung-ujung konduktor. Rumusnya : I = V/R (Sugandi,2009).
           Hubungan antara tegangan, arus dan hambatan juga sering diartikan Hukum OHM. Ditemukan oleh Georg Simon OHM dan dipublikasikan pada sebuah paper pada tahun 1827. The Galvanic Circuit Investigated Mathematically (Bray,2009).



1.2 Maksud dan Tujuan
           Maksud mengenalkan tahanan suatu penghantar, kuat arus dan tahanan listrik juga memahami rangkaian seri dan rangkaian paralel.
           Tujuan menentukan tahanan suatu penghantar dan kuat arus dan tahanan listrik dalam suatu rangkaian dengan menggunakan prinsip Hukum OHM.

II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Hukum OHM
      Hukum OHM adalah suatu pernyataan bahwa besar arus listrik yang mengalir melalui sebuah penghantar selalu berbanding lurus dengan beda potensial yang diterapkan kepadanya. Sebuah benda penghantar dikatakan mematuhi hukum OHM apabila nilai resistansinya tidak bergantung terhadap besar dan polaritas beda potensial yang dikenakan kepadanya. Walaupun pernyataan ini tidak selalu berlaku untuk semua jenis penghantar, namun istilah "Hukum" tetap digunakan dengan alasan sejarah. Hukum ini dicetuskan oleh Georg Simon Ohm, seorang fisikawan dari Jerman pada tahun 1825 dan dipublikasikan pada sebuah paper yang berjudul The Galvanic Circuit Investigated Mathematically pada tahun 1827 (Robert dan Bishop,1917).

2.2 Hukum Kirchoff
      Masalah utama dari analisis sirkuit adalah diberi resistensi gigi dan setiap elemen rangkaian menemukan arus pada masing-masing elemen. Masalah tersebut dapat diselesaikan secara sistematis melalui dua aturan yang dikenal dengan Hukum Kirchoff (Aljabar,2008).

2.2.1 Hukum Kirchoff I
         Dipertengahan abad 19 Gustaf Robert Kirchoff (1824-1889) menemukan cara untuk menentukan arus listrik pada rangkaian bercabang yang dikenal dengan Hukum Kirchoff. Hukum ini berbunyi "Jumlah Kuat Arus yang masuk dalam titik percabangan sama dengan jumlah kuat arus yang keluar dari titik percabangan", yang kemudian dikenal sebagai Hukum Kirchoff I (Aljabar,2008).

2.2.2 Hukum Kirchoff II
         Hukum Kirchoff secara keseluruhan ada 2 dalam sub ini akan dibahas tentang Hukum Kirchoff II untuk menentukan kuat arus yang mengalir pada rangkaian yang bercabang dalam keadaan tertutup (sekilas dalam keadaan tertutup)(Robert dan Bishop,1917).
         Hukum Kirchoff 2 berbunyi "Dalam rangkaian tertutup, jumlah aljabar GGL (E) dan jumlah penurunan potensial sama dengan nol maksud dari jumlah penurunan potensial sama dengan nol adalah tidak sama energi listrik yang hilang dalam rangkaian tersebut, atau dalam arti semua energi listrik bisa digunakan atau diserap (Aljabar,2008).

DAFTAR PUSTAKA

Aljabar,2008, "Kelompok ilmuwan Fisika"
Anonymous,1990,"A Little History About OHM"
Anonymous,1998,"Ohm'slow"
Anonymous,2010,"Elektricity tutorial",Http://www.toko-elektronic.com/tutorial/listrik.html.
Chemanee,2010,Go edu.wordpress.com/2010/09/26/hukum-ohm/sssss
Darmawan,Rudi,1994,Bagaimana mendapatkan listrik, CV.Aneka, Toko buku-Agancy
Suksmono,2008,suksmono.wordpress.com/2008/04.28/rangkaian seri paralel dan fraktall
Sugandi,Eka,2009,Basics Physics.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar