Minggu, 25 September 2011

Membran Sel

                                                              1.PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
            Membran sel (bahasa inggris : cell membrane plasma membrane, plasma lemma) adalah fitur universal yang dimiliki oleh semua jenis sel berupa lapisan antarmuka yang disebut membran plasma, yang memisahkan sel dengan lingkungan di luar sel terutama untuk melindungi inti sel dan sistem kelangsungan hidup yang bekerja di dalam sitoplasma. Komponen penyusun membran sel antara lain adalah fosfolipid, protein, oligosakarida, glikolipid dan kolesterol. Pada sel eukariot membran sel yang membungkus organel-organel didalamnya, terbentuk dari dua macam senyawa yaitu lipid dan protein. Umumnya berjenis fosfolipid seperti senyawa antara fosfatidil etanolamina dan kolesterol yang membentuk struktur dengan dua lapisan. Kerangka membran atau disebut juga sitoskeleton mempunyai tiga macam jenis yaitu Mikrotubulus, Mikrofilamen dan Filamen Intermediet (Anonymous,2010).
           Membran sel sering juga disebut membran plasma. Membran sel merupakan bagian paling luar yang membatasi isi sel dengan sekitarnya (kecuali pada sel tumbuhan, bagian luarnya masih terdapat dinding sell atau cell wall). Membran sel berupa lapisan luar biasanya tipis. Tebalnya kira-kira 8 nm. Dibutuhkan 8000 membran sel untuk menyamai tebal kertas yang biasa kita pakai untuk menulis (Biologi,2007).

            Pertukaran sel, zat terlarut, nutrisi, oksigen, karbon dioksida dari satu bagian kebagian lain atau dari satu jaringan ke jaringan lain melalui membran sel atau membran kapiler. Lapisan membran sel terdiri dari lapisan lipid ganda, lapisan protein dan juaga sedikit karbohidrat. Lapisan lipid ganda sukar dilalui oleh cairan ekstraselular dan cairan intraselular. Olehnya lapisan lipid ganda untuk sebagai saluran bagi pergerakan molekul air dan zat terlarut antara ruang ektraselular dan intraselular. Ada beberapa zat yang dapat menembus masuk maupun keluar melalui lapisan lipid ganda ini, dengan berjalan langsung melalui bahan lipid itu sendiri, hal ini terjadi bagi zat terlarut lipid. Perpindahan zat terlarut dan air melalui membran sel melibatkan mekanisme transportasi pasif dan transportasi aktif, transportasi pasif sering disebut dengan difusi. Transportasi pasif tidak membutuhkan energi dan transportasi aktif dibutuhkan energi (ATP) karena transportasi ini melawan gradien energi (Gede,2009).
1.2 Maksud dan Tujuan
      Maksud dari praktikum ini adalah mengetahui sifat darah ikan dapat membedakan antara difusi dan osmosis.
      Tujuan praktikum transport membran sel adalah mengamati beberapa sifat sistem cairan ekstra dan intra selular dimana salah satu kompartemen mengandung molekul yang dibatasi oleh sesuatu membran yang tidak permeable terhadap bahan tersebut.
                                                               2. TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Pengertian Transpor Membran Sel
      2.1.1 Transport Membran
               Transmisi dari luar ke dalam sel atau organel serta transport aktif / metabolis ke dalam / keluar organel, untuk keluar masuk sel. Semua zat makanan dan limbah harus melalui membran plasma. Selama hampir selamanya dikelilingi oleh media air. Getah jaringan tingkat tinggi / plasma cairan ekstra selular hewan tingkat tinggi. Pada umumnya hanya zat-zat yang terlarut saja yang dapat larut, dapat menembus membran plasma dengan kemudahan yang sama (Wikipedia, 2010).
               Suatu membran dikatakan permeable jika zat-zat dapat melewatinya dan dikatakan impermeable jika tidak ada zat yang dapat melewatinya. Dan permeable diferensial jika hanya beberapa zat yang dapat melaluinya. Membran nukleus dan membran plasma dari semua sel dan vakuola kontraktil adalah membran permeable diferensial permeabilitas adalah sifat membran dan bukan sifat zat yang berdifusi (Gede,1984).
       2.1.2 Difusi
                Difusi adalah proses lewatnya partikel larutan air, atau gas melalui membran akibat perbedaan konsentrasi medium. Pergerakan molekul biasanya terjadi dari wilayah yang konsentrasinya tinggi ke wilayah yang konsentrasi rendah. Difusi juga dapat terjadi dengan bantuan pengemban (Fujaya,2004).
                Difusi suatu gerakan atau tersebarnya materi secara serta merta (spontan) yang disebabkan oleh gerakan acak molekul-molekulnya. Difusi berarah dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah. Proses difusi terjadi paling cepat dalam fase gas. Dalam cairan prosesnya lebih lambat. Dalam zat padat terjadi juga difusi, namun memerlukan waktu lama sekali. Bila pada sisi kiri lempeng timbel ditempelkan timbel lain yang radio aktif dan di sisi kanan ditaruh detektor, pada hari pertama detektor tidak mencatat adanya radiasi. Tetapi setelah beberapa minggu detektor itu dapat mencatat radiasi. Ini membuktikan bahwa atom-atom timbel radioaktif berdifusi kearah kanan sampai cukup jauh sehingga radiasinya menembus sisa lempeng dan mengenai detektor. Laju difusi ditentukan oleh besarnya beda (gradien) konsentrasi makin tinggi gradien akan makin besar laju itu. Kekuatan lain, seperti medan listrik dan medan magnet, dapat mempengaruhi laju ini. Laju difusi juga dipengaruhi oleh suhu, makin tinggi suhu akan makin besar laju itu (Bambang, 1989).
       2.1.3 Osmosis
                Osmosis adalah proses perpindahan / pergerakan molekul zat pelarut. Dari larutan yang konsentrasi zat pelarutnya tinggi menuju larutan yang konsentrasi zat pelarutnya rendah melalui selaput atau membran selektif permeable atau semi permeable (Wikipedia,2010).
                Osmosis peristiwa difusi atau menembusnya air atau pelarut lain melewati suatu selaput yang disebut membran semi permeabel, dengan meninggalkan zat-zat terlarut, yang tertahan oleh membran itu. Bila dua larutan yang kepekaannya berbeda dipisahkan oleh membran semacam itu, air akan berpindah dari larutan yang kurang pekat (atau air murni) ke larutan yang lebih pekat. Sebenarnya molekul air atau cairan itu menembus membran tersebut dalam dua arah, tetapi secara netto air akan menuju kelarutan yang lebih pekat. Untuk mencegah perpindahan netto pelarut dapatlah larutan diberi tekanan tambahan. Tambahan tekanan ini disebut tekanan osmosis atau osmotik larutan itu. Larutan gula dengan kepekaan 30 persen mempunyai tekanan osmotik sebesar 200 atmosfer. Bila tekanan yang dikenakan terlalu besar, air justru akan terperas keluar. Peristiwa ini disebut osmosis balik (Tadjudin,1990).
2.2 Hubungan Konsentrasi dengan Difusi dan Osmosis
      2.3.1 Mekanisme Difusi
               Molekul didalam keadaan air / gas akan bergerak kesemua arah sampai tersebar merata dalam ruangan yang tersedia difusi dapat diberi batasan sebagai gerakan molekul dari suatu daerah dengan konsentrasi tinggi ke daerah lain dengan konsentrasi rendah yang disebabkan oleh energi kinetik molekul-molekul tersebut (Walker,1984).
               Difusi berlangsung melalui 3 mekanisme yaitu difusi sederhana dan difusi melalui saluran yang berbentuk protein trans membran dan difusi difasilitasi difusi sederhana melalui membran terjadi karena molekul yang bergerak / berpindah melalui membran bersifat larut dalam lemak sehingga dapat menembus lipid berlayar pada membran secara langsung. Membran semi permeable terhadap molekul larut lemak seperti hormon steroid. Vitamin A,D,E dan K. serta bahan-bahan organik yang larut dalam lemak (Wikipedia,2010).
     2.3.2 Mekanisme Osmosis
              Tekanan air dalam tabung gelas itu disebut tekanan osmotik dari larutan gula. Tekanan osmotik adalah akibat dari kecenderungan molekul air pada kedua sisinya. Larutan gula yang lebih kental akan mempunyai tekanan osmotik yang lebih tinggi. Larutan gula 10% akan menyebabkan permukaan dalam tabung dua kaki lebih tinggi daripada 5%. Hanya molekul dalam larutan yang mempunyai efek osmotik (Acherman,1988).
               Dari uraian diatas dijelaskan bahwa difusi dan osmosis hanyalah dua bentuk khusus difusi. Difusi adalah istilah umum untuk gerakan molekul dari daerah konsentrasi tinggi ke daerah konsentrasi rendah yang disebabkan oleh energi kinetik. Dialis adalah difusi dari molekul pelarut melalui membran permeable diferensial. Dalam sistem biologis molekul pelarut hampir semuanya air (Acherman,1988).
2.4 Sifat Darah Ikan
      Sifat darah ikan yaitu apabila ditempatkan dalam satu tempat bersama larutan yang beda konsentrasi akan mengalami beberapa peristiwa, yaitu krenasi dan hemolisis. Krenasi yaitu peristiwa dimana darah ikan akan mengalami pengerutan dikarenakan molekul atau ion dalam sel difusiosis, keluar membran sel, karena keadaan larutan yang hipertonis. Sedangkan bila sel darah ikan akan mengalami hemoksis pengembangan, yaitu sel darah ikan akan mengembang jika larutan diluar sel (membran) lebih rendah konsentrasinya dibandingkan cairan dalam sel darah sehingga darah (sel) akan mengembang bahkan pecah, karena ion atau molekul larutan mengalami perpindahan dari konsentrasi rendah ke konsentrasi tinggi (Wikipedia,2010).


                                                                     DAFTAR PUSTAKA

Bambang, 1989, Ensiklopedi Nasional Indonesia, Cipta Adi Pustaka : Jakarta
Biologi, 2007, Membran Sel, www.biologi.blogsome.com. Diakses tanggal 15 Oktober 2010
Storer, Acherman, 1988, GENERAL ZOOLOGY, McGraw Hill Book Company : New York
Tadjudin, 1990, Ensikopedi Nasional Indonesia, Cipta Adi Pustaka : Jakarta
Walker, Robert, 1984, CELL, Kogakusha Company : Chicago
Wijaya, Gede Eka, 1984, SEL, Salemba Medika : Jakarta
Wikipedia, 2010, Membran Sel, www.Wikipedia.com. Diakses tanggal 14 Oktober 2010
Wikipedia, 2010, Difusi, www.wikipedia.com. Diakses tanggal 14 Oktober 2010
Wikipedia, 2010, Osmosis, www.wikipedia.com. Diakses tanggal 14 Oktober 2010
Wikipedia, 2010, Pengaruh Difusi dan Osmosis, www.wikipedia.com. Diakses tanggal 14 Oktober 2010.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar